Polda Banten Periksa Barang Temuan KN SAR Tetuka di Perairan Selat Sunda

IMG-20260913-WA0043

Cilegon, Lingkarmedia.com – Polda Banten melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda, tepatnya di sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu (12/9).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keterkaitan barang-barang tersebut dengan kapal KM Arupadhatu 1 yang berada dalam proses pencarian. Sejumlah barang yang ditemukan di perairan tersebut sebelumnya telah diserahterimakan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/speedboat-berisi-8-orang-hilang-kontak-di-perairan-selat-sunda-7-diantaranya-jurnalis/

Barang yang ditemukan terdiri dari satu buah helm plastik berwarna merah, satu buah jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sekaligus melakukan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1 terkait barang-barang tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dua life jacket berwarna oranye yang ditemukan di laut tidak sesuai dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di KM Arupadhatu 1.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal,” kata Maruli, Minggu (13/9).

Menurut dia, life jacket yang tersedia di KM Arupadhatu 1 memiliki warna berbeda. Perlengkapan keselamatan yang berada di kapal tersebut berwarna merah, kuning, dan ungu. Selain itu, life jacket milik kapal tidak memiliki tulisan MILLES.II.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Dengan demikian, berdasarkan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal, dua life jacket berwarna oranye yang ditemukan oleh KN SAR Tetuka belum dapat dikaitkan sebagai perlengkapan milik KM Arupadhatu 1.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap satu buah jeriken plastik berwarna biru. Kepolisian mencermati kondisi fisik jeriken sekaligus isi yang terdapat di dalamnya.

Maruli menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, isi jeriken tersebut mengeluarkan aroma minyak sayur. Hal ini berbeda dengan bahan bakar yang digunakan oleh KM Arupadhatu 1.

“Berdasarkan pemeriksaan diketahui isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1,” jelasnya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Selain isi jeriken, terdapat sejumlah perbedaan secara fisik antara jeriken yang ditemukan di perairan dengan jeriken yang digunakan oleh KM Arupadhatu 1.

Jeriken yang menjadi perlengkapan KM Arupadhatu 1 diketahui berwarna biru pudar dengan kapasitas sekitar 30 liter. Bentuknya relatif pendek dan menggunakan tutup berwarna putih. Jeriken tersebut juga polos tanpa penanda khusus.

Sementara itu, jeriken yang ditemukan KN SAR Tetuka memiliki karakteristik berbeda. Jeriken tersebut berwarna biru tua, memiliki kapasitas sekitar 35 liter, berbentuk lebih panjang, serta menggunakan tutup berwarna hitam.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Selain itu, terdapat tulisan pada bagian badan jeriken temuan yang tidak terdapat pada jeriken milik KM Arupadhatu 1.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu dasar pemeriksaan kepolisian dalam memastikan asal-usul barang yang ditemukan di sekitar lokasi pencarian.

Selain life jacket dan jeriken, petugas juga memeriksa satu buah helm plastik berwarna merah. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak KM Arupadhatu 1, helm tersebut juga dinyatakan bukan merupakan perlengkapan milik kapal.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Maruli mengatakan, KM Arupadhatu 1 tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis seperti barang yang ditemukan tersebut di atas kapal.

“Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal,” ujarnya.

Polda Banten menegaskan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari proses pencarian dan penelusuran informasi terkait kejadian di perairan Selat Sunda.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai asal-usul barang yang ditemukan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak berwenang.

Maruli meminta masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tegasnya.

Polda Banten memastikan perkembangan proses pencarian maupun hasil pemeriksaan lebih lanjut akan disampaikan kepada masyarakat melalui kanal informasi resmi. Masyarakat diminta mengikuti informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.

 

Penulis: Panji