KARHUTLA: Hutan Terbakar atau Dibakar?

IMG-20261022-WA0094

Oleh: 

Putri Nabila Damayanti, SH (Aktivis Pemuda)

Indonesia dikenal sebagai Paru-Paru Dunia. Kekayaan hutan tropis, savana yang luas, serta flora dan fauna yang beragam adalah warisan alam yang tak ternilai.

Namun setiap tahun kita menghadapi tragedi yang sama. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) muncul dari Kalimantan, dari Sumatera, hingga lereng-lereng gunung. Api merambat cepat, asap mengepung, bahkan melintasi batas negara.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/giliran-greenpeace-menampar-muka-prabowo-soal-karhutla/

Dampaknya nyata. Bayi, anak-anak sekolah, hingga orang tua terpaksa menghirup udara beracun. Mata pedih, jarak pandang terbatas, aktivitas lumpuh. Di sisi lain, flora dan fauna sebagai warisan alam terancam punah dilahap Si Jago Merah.

Hingga akhirnya, negara tetangga pun menuntut pertanggungjawaban Indonesia.

Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1A1SqUKLWY/

Pertanyaan besarnya adalah: Apakah hutan ini terbakar secara alami akibat pemanasan global, atau justru ada tangan-tangan yang sengaja membakar untuk membuka lahan baru demi kebun sawit dan kepentingan korporasi besar?

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Pola lama: Bakar, jadi abu, sulap jadi kebun, lalu jadi pundi-pundi uang. Sementara rakyat yang menanggung sesaknya.

Hutan adalah warisan kehidupan, bukan untuk diwariskan dalam bentuk abu.

Jakarta, 22 Oktober 2026

Red. Lingkarmedia.com