HUT ke-25 Kota Batu, Nurochman Ziarah ke Makam Mbah Batu dan Kenang Jasa Leluhur

IMG_20261014_170453

KOTA BATU, Lingkarmedia.com – Memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Batu, Wali Kota Batu H. Nurochman, SH, MH, bersama jajaran kepala satuan kerja daerah (SKD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta Kepala Desa Bumiaji, melaksanakan ziarah ke makam Mbah Batu, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang diisi dengan tabur bunga dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Batu. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada Mbah Batu yang dikenal masyarakat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Batu.

Selain mendoakan para leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan para pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan Kota Batu hingga saat ini.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga melaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Kota Batu yang telah memasuki usia 25 tahun.

Ziarah Menjadi Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Batu

Ziarah makam merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang berlangsung pada 13–16 Oktober 2026.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan ziarah dijadwalkan menyasar sejumlah makam tokoh pendiri Kota Batu, mantan wali kota dan wakil wali kota, serta mantan ketua DPRD Kota Batu.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/tanah-bondo-deso-giripurno-segera-dikembalikan-ke-desa/

Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan pemerintah daerah terhadap tokoh-tokoh yang telah memberikan sumbangsih bagi perjalanan sejarah dan pembangunan Kota Batu.

Wali Kota Batu H. Nurochman menyampaikan bahwa ziarah ke makam Mbah Batu merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Batu. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat kembali jasa para leluhur.

“Kesempatan nyekar di area makam Mbah Batu dalam rangka rangkaian dari hari jadi ke-25 Kota Batu. Kami melaksanakan tabur bunga kemudian kirim doa pada seluruh arwah yang ada di makam Mbah Batu, kemudian kita laksanakan potong tumpeng sebagai bentuk tasyakur kita,” ujar Nurochman.

Menurutnya, doa bersama dan tabur bunga merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang dan memberikan keteladanan bagi masyarakat.

Ia berharap semangat perjuangan para leluhur tetap menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Kota Batu.

Nurochman Ajak Masyarakat Meneladani Perjuangan Mbah Batu

Di tengah perkembangan Kota Batu sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi masyarakat, Nurochman menilai penting bagi generasi sekarang untuk tidak melupakan sejarah serta jasa para pendahulu.

Mbah Batu dikenal luas di kalangan masyarakat sebagai tokoh bedah krawang atau sosok yang memiliki peran penting dalam membuka wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kota Batu.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Bagi masyarakat setempat, keberadaan makam Mbah Batu bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur yang telah meletakkan dasar kehidupan masyarakat.

Nurochman menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan yang diwariskan para pendahulu perlu terus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata dalam pembangunan daerah.

“Kita harus tetap memuliakan atas jasa keteladanan yang telah beliau ajarkan kepada masyarakat Kota Batu. Dalam rangkanya itu kita meneruskan apa yang menjadi perjuangan beliau waktu itu yang belum tersampaikan. Cita-cita beliau yang belum tersampaikan, maka kewajiban kami untuk bisa menindaklanjuti kebaikan-kebaikan itu,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peringatan hari jadi Kota Batu tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan cita-cita para pendahulu.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kota Batu.

Kepala Desa Bumiaji Tekankan Pentingnya Menghormati Leluhur

Sementara itu, Kepala Desa Bumiaji, Edi Suyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah kubur menjadi salah satu cara untuk menjaga penghormatan terhadap jasa para leluhur yang telah berperan dalam membangun Kota Batu.

Menurutnya, nilai-nilai sejarah yang diwariskan para pendahulu harus terus dilestarikan agar dapat dikenal dan dipahami oleh generasi muda.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Ia berharap kegiatan ziarah tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menghargai perjuangan tokoh-tokoh terdahulu.

“Harapannya setelah ziarah ini setidaknya kita semua mampu menghormati jasa para leluhur, menghargai jasa-jasa beliau untuk dilestarikan terus,” kata Edi Suyanto.

Memasuki usia ke-25, Edi menilai Kota Batu telah mengalami berbagai perkembangan. Namun, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah mampu memperkuat pembangunan di seluruh desa, sehingga tidak hanya kawasan tertentu yang mengalami kemajuan, tetapi seluruh wilayah Kota Batu dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.

“Kota Batu dengan hari jadinya yang ke-25 ini sudah banyak kemajuan dan perlu ditingkatkan lagi demi kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang merata di semua desa,” imbuhnya.

Makam Mbah Batu Diharapkan Menjadi Destinasi Wisata Religi

Selain menekankan pentingnya pelestarian sejarah, Edi Suyanto juga berharap makam Mbah Batu dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Batu.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Menurutnya, Kota Batu memiliki sejumlah makam tokoh pendiri kota maupun desa yang menyimpan nilai sejarah dan budaya. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya daya tarik wisata daerah.

Makam Mbah Batu dinilai memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan dengan cerita asal-usul dan perkembangan Kota Batu. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat luas.

“Mbah Batu lebih dikenal sebagai cikal bakal berdirinya Kota Batu. Kami ingin di sini menjadi salah satu wisata religi yang disuport dengan pembangunan-pembangunan untuk kebutuhan wisata,” ujarnya.

Pengembangan wisata religi tersebut diharapkan tetap memperhatikan penghormatan terhadap makam dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Selain menjadi tempat ziarah, kawasan itu juga berpotensi menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan Kota Batu.

Harapan Kota Batu Semakin Sejahtera

Senada dengan harapan tersebut, Camat Bumiaji, Thomas Maydo, menyampaikan doa dan harapannya agar Kota Batu semakin maju seiring bertambahnya usia.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu menjadi momentum untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik, dekat dengan masyarakat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Kota Batu dalam ulang tahunnya ke-25 supaya semakin diberi kesejahteraan masyarakatnya, pemerintahannya semakin baik dan merakyat, ke depannya semakin jaya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ziarah, tabur bunga, dan doa bersama tersebut, pemerintah daerah bersama unsur kewilayahan berupaya menjaga hubungan antara sejarah, budaya, dan pembangunan.

Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu diharapkan tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk meneruskan perjuangan para leluhur.

Dengan menghormati sejarah dan menjaga nilai-nilai keteladanan, Kota Batu diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakatnya.

 

Penulis: Samsu