Nurochman Apresiasi Making Bed and Art Towel Competition 2026, Dorong Kualitas SDM Perhotelan Kota Batu
KOTA BATU, Lingkarmedia.com – Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi penyelenggaraan Making Bed and Art Towel Competition 2026 yang dinilai menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor perhotelan. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/10/2026) tersebut melibatkan Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Malang dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu. Kompetisi diikuti lebih dari 80 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, Blitar, dan Surabaya.
Para peserta berkompetisi dalam dua kategori, yakni pelajar dan profesional. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda yang tengah menempuh pendidikan pariwisata sekaligus tenaga kerja perhotelan untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan profesionalisme dalam bidang housekeeping.
Nurochman menilai, peningkatan kualitas SDM perhotelan merupakan bagian penting dalam menjaga daya saing Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Menurutnya, pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi dan beragamnya atraksi wisata yang ditawarkan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan selama mereka menginap di hotel.
“Sebagai kota wisata, kita harus memastikan wisatawan mendapatkan pelayanan yang baik dan kenyamanan selama menginap. Kualitas housekeeping menjadi salah satu bagian penting yang menentukan kesan wisatawan terhadap Kota Batu,” ujar Nurochman.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara asosiasi profesi, pelaku usaha perhotelan, perguruan tinggi, dan sekolah pariwisata yang turut mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Kolaborasi lintas sektor itu dinilai penting untuk membangun tenaga kerja perhotelan yang terampil dan mampu memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut menguasai teknik menyiapkan tempat tidur atau making bed, tetapi juga mengembangkan kreativitas dalam seni melipat handuk atau art towel. Kedua keterampilan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kamar yang dapat memberikan nilai tambah terhadap pengalaman menginap tamu.
Nurochman berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, para pelajar memiliki kesempatan untuk belajar dan mengasah kemampuan sejak dini, sementara tenaga profesional dapat terus meningkatkan standar keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1A1SqUKLWY/
Ia juga berharap peningkatan kompetensi tenaga perhotelan dapat memberikan dampak positif terhadap citra pariwisata Kota Batu. Pelayanan yang berkualitas diharapkan membuat wisatawan merasa nyaman, memperoleh pengalaman menginap yang berkesan, serta tertarik untuk kembali berkunjung.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut, Nurochman turut menjajal keterampilan menyiapkan kamar hotel saat membuka kompetisi bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.
Pengalaman Nurochman yang pernah bekerja di bidang perhotelan pada awal 2000-an menjadi salah satu hal menarik dalam pembukaan kegiatan tersebut. Ia mencoba kembali keterampilan yang pernah digelutinya sebelum menjabat sebagai kepala daerah.
Keterlibatan langsung wali kota dalam kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap profesi tenaga housekeeping yang memiliki peran penting dalam operasional hotel.
Penyelenggaraan Making Bed and Art Towel Competition 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri perhotelan.
Dengan SDM yang semakin kompeten, Kota Batu diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan, memperkuat daya saing destinasi wisata, dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan yang datang.
Penulis: Samsu








