Greenpeace Gelar Aksi di Bundaran HI, Desak Pemerintah Perketat Kebijakan Krisis Iklim
JAKARTA, Lingkarmedia.com – Kelompok aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah Indonesia memperketat dan membenahi kebijakan penanganan krisis iklim.
Dalam aksi tersebut, para aktivis membentangkan spanduk berukuran besar di kawasan Monumen Patung Selamat Datang, salah satu ikon Ibu Kota. Aksi ini menjadi bentuk penyampaian kritik sekaligus desakan agar pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim.
Namun, spanduk protes tersebut tidak lama terbentang karena segera ditertibkan oleh aparat di lokasi. Meski demikian, Greenpeace Indonesia menyatakan pesan yang ingin disampaikan melalui aksi tersebut telah menyebar luas dan menjadi perbincangan publik.
Melalui akun Instagram resminya, Greenpeace Indonesia menyampaikan bahwa meskipun spanduk hanya sempat terbentang sebentar, gaung aksi tersebut telah menjangkau masyarakat luas.
“Walaupun banner-nya cuma bentar terbentang, tapi gaungnya udah sampai ke mana-mana. Ramai dibagikan, ramai dibicarakan, semoga pesannya juga sampai ke mereka yang lagi merayakan 2 tahun kekuasaannya,” tulis Greenpeace Indonesia.
Organisasi lingkungan tersebut juga mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui karangan bunga virtual yang mereka sediakan.
Lima Aktivis Greenpeace Dibebaskan
Di tengah penertiban aksi tersebut, Polda Metro Jaya membebaskan lima dari total 11 aktivis Greenpeace Indonesia yang sempat diamankan setelah pembentangan spanduk di Bundaran HI.
Tim pendamping dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alif Fauzi, mengonfirmasi bahwa lima orang yang telah diperbolehkan pulang merupakan bagian dari tim penyelamat atau rescue dan awak pers yang mendukung pelaksanaan aksi.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Sebelumnya, seluruh aktivis tersebut diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya setelah aksi pembentangan spanduk berlangsung di pusat Jakarta.
Pembebasan lima aktivis tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan aksi Greenpeace yang berlangsung bertepatan dengan peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pramono Anung Apresiasi Kebebasan Berpendapat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menanggapi aksi Greenpeace Indonesia di Bundaran HI serta demonstrasi yang berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta pada Selasa.
Pramono menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga penyampaian pendapat melalui demonstrasi merupakan hal yang wajar dan dilindungi hukum.
“Saya ingin menyampaikan dulu ya, terutama tadi pagi kebetulan di Bundaran HI juga ada aksi yang dilakukan oleh sekelompok apa, yang disebut dengan Greenpeace yang menaikkan spanduk dan sebagainya. Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1A1SqUKLWY/
Meski memberikan penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, Pramono mengingatkan agar pelaksanaan demonstrasi tetap memperhatikan ketertiban umum dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia berharap aksi unjuk rasa yang berlangsung pada peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman.
“Hari ini adalah dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wapres Gibran. Tentunya saya sebagai Gubernur Jakarta bersama Pak Wagub berharap, berkeinginan bahwa aksi ataupun demonstrasi yang diadakan berlangsung dengan tertib, berlangsung dengan aman, nyaman,” ujarnya.
Pramono juga berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat merespons berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui aksi demonstrasi.
Pada hari yang sama, aksi unjuk rasa dilaporkan berlangsung di enam titik di Jakarta, yakni kawasan Monas, Tugu Tani, DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Aksi Greenpeace di Bundaran HI tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menyoroti persoalan lingkungan dan kebijakan penanganan krisis iklim, bertepatan dengan dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Penulis: Panji








