Undang 30 Travel Agent, Fordewi Perkenalkan Dusun Wisata Brau

IMG_20261004_165843

Kota Batu, Lingkarmedia.com – Potensi peternakan sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai didorong menjadi kekuatan baru sektor pariwisata berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Festival “Nyusu Bareng” yang digelar di Dusun Brau, Minggu (4/10/2026).

Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu melihat potensi peternakan sapi perah di Dusun Brau memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata yang cukup besar. Salah satu indikatornya adalah populasi sapi perah yang mencapai sekitar 2.500 ekor, atau bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk di wilayah tersebut.

Dari ribuan sapi perah tersebut, produksi susu yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu liter setiap harinya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya dapat dikembangkan sebagai aktivitas peternakan, tetapi juga menjadi bagian dari paket wisata edukasi yang memperkenalkan proses peternakan dan pengolahan susu kepada wisatawan.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/komisi-b-dorong-festival-nyusu-bareng-jadi-ruang-kolaborasi-angkat-potensi-wisata-dan-produk-unggulan/

Untuk memperluas promosi, Fordewi Kota Batu mengundang sekitar 30 travel agent dari berbagai daerah di Jawa dan Bali untuk hadir langsung dalam Festival “Nyusu Bareng”.

Ketua Fordewi Kota Batu, Muchamad Dadi, mengatakan keterlibatan para pelaku perjalanan wisata tersebut diharapkan mampu memperkenalkan potensi Dusun Brau ke pasar wisata yang lebih luas.

Menurutnya, para travel agent yang hadir dapat melihat secara langsung potensi kampung wisata edukasi susu sapi perah yang dikembangkan masyarakat. Mereka juga mendapatkan pemaparan mengenai berbagai aktivitas serta produk yang dapat dikemas menjadi paket wisata.

“Dalam kesempatan kali ini kami mengundang travel agent se-Jawa-Bali kurang lebih 30 travel agent yang hadir langsung menyaksikan pemaparan dari pengelola kampung wisata edukasi susu sapi perah ini. Mereka akan mendengarkan langsung sehingga dapat tersebar cepat bahwa di Dusun Brau ini ada paket yang luar biasa, yang patut dijual dan dipromosikan,” ujar Dadi.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Ia menilai promosi melalui jaringan travel agent dapat menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran Desa Wisata Dusun Brau. Dengan semakin banyak wisatawan yang datang, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Tidak hanya melalui kunjungan wisata, peningkatan aktivitas pariwisata juga diharapkan mampu membuka pasar bagi berbagai produk olahan susu yang diproduksi masyarakat setempat.

Dadi menegaskan, Festival “Nyusu Bareng” tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan kegiatan justru harus dilihat dari dampak yang muncul setelah festival berakhir.

“Harapannya tidak hanya berhenti di event ini saja. Salah satu indikator berhasilnya event ini adalah apa yang akan muncul setelah event ini,” tegasnya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Ia berharap masyarakat Dusun Brau dapat terus berinovasi setelah adanya festival tersebut. Inovasi itu antara lain dapat diwujudkan melalui pengembangan produk olahan susu, penambahan aktivitas wisata, hingga semakin banyaknya pilihan program live in bagi wisatawan.

“Apa yang akan tumbuh setelah event ini selesai, tidak stagnan, masyarakatnya lebih inovatif, produknya lebih banyak, live in-nya juga lebih banyak,” tambah Dadi.

Menurutnya, produksi susu sapi perah memang bukan hanya terdapat di Dusun Brau. Namun, yang menjadi fokus Fordewi adalah bagaimana potensi peternakan tersebut dikembangkan dalam konsep desa wisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya rasa di tempat lain ada, tetapi diingat potensi kali ini yang kita angkat potensi desa wisata. Potensi desa wisata itu ada pelaku, ada produk yang terjual, ada lembaga desa wisatanya yang mengelola,” pungkasnya.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif Fordewi Kota Batu menggelar Festival “Nyusu Bareng” di wilayahnya.

Menurut Andi, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Dusun Brau secara lebih luas, khususnya sebagai kawasan wisata yang memiliki kekuatan pada sektor peternakan sapi perah dan produk olahan susu.

Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo

“Dengan acara Nyusu Bareng ini ke depannya supaya Dusun Brau dikenal sebagai dusun wisata peternakan sapi serta produk olahan susu,” ungkap Andi.

Ia berharap semakin dikenalnya Dusun Brau sebagai destinasi wisata peternakan dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh pasar yang lebih luas untuk menjual produk-produk yang mereka hasilkan.

“Harapannya semakin dikenal dapat berdampak pada ekonomi warga,” imbuhnya.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Festival “Nyusu Bareng” pun diharapkan menjadi titik awal pengembangan Dusun Brau sebagai destinasi wisata edukasi berbasis peternakan. Kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa wisata, pemerintah desa, Fordewi, serta pelaku industri perjalanan menjadi salah satu kunci agar potensi ribuan sapi perah dan produksi ribuan liter susu setiap hari dapat berkembang menjadi pengalaman wisata sekaligus sumber ekonomi baru bagi warga.

 

Penulis: Samsu