Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu Diluncurkan, Bawa Pesan Bangkit Bersama dan Pembangunan Berkelanjutan

IMG-20260918-WA0080

Kota Batu, Lingkarmedia.com – Pemerintah Kota Batu resmi meluncurkan Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu sebagai penanda perjalanan seperempat abad berdirinya daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur tersebut.

Peluncuran logo dilakukan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-25 Kota Batu.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/batu-street-food-festival-2026-perkuat-identitas-kota-kreatif-gastronomi/

Pada usia seperempat abad, Pemerintah Kota Batu menjadikan momentum hari jadi bukan sekadar perayaan seremonial. Perjalanan 25 tahun dinilai menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai capaian pembangunan sekaligus melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan Kota Batu ke depan.

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu adalah “Bangkit Bersama, Menjaga Alam Raya, dan mBatu SAE Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi pesan utama mengenai arah pembangunan daerah yang diharapkan mampu berjalan seiring antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, usia 25 tahun merupakan fase penting bagi Kota Batu untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan yang telah dilalui. Evaluasi tersebut diperlukan agar berbagai program pembangunan ke depan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurut Nurochman, hari jadi Kota Batu harus dimaknai sebagai momentum untuk memastikan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan generasi yang akan datang.

“Logo ini menjadi pengingat tentang arah perjalanan kita bersama, bagaimana Kota Batu terus bergerak tetapi tetap tahu apa yang harus dijaga dan untuk siapa pembangunan ini kita kerjakan,” ujar Nurochman.

Ia menjelaskan, pesan “Bangkit Bersama” menggambarkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai unsur daerah dalam menghadapi persoalan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki Kota Batu.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Pembangunan daerah, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar setiap program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan warga sekaligus memperkuat potensi lokal.

Semangat bangkit bersama juga diarahkan untuk mendorong masyarakat agar terus bergerak mengembangkan potensi ekonomi daerah. Kota Batu memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat menjadi kekuatan pembangunan, mulai dari pertanian, pariwisata hingga ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.

Di sisi lain, pesan “Menjaga Alam Raya” menjadi penegasan bahwa pembangunan Kota Batu harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai daerah yang memiliki kawasan pegunungan, sumber mata air dan lahan pertanian, kondisi lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Sektor pertanian, pariwisata, ketahanan pangan hingga ketersediaan air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan lingkungan Kota Batu. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga daya dukung alam.

Pesan tersebut kemudian bermuara pada konsep “mBatu SAE Berkelanjutan” yang menjadi gambaran arah pembangunan Kota Batu dalam beberapa tahun mendatang.

Pemerintah Kota Batu berharap pembangunan lima tahun ke depan tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Pembangunan berkelanjutan tersebut diarahkan agar dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus menjaga lingkungan sebagai aset penting daerah.

Peluncuran logo Hari Jadi ke-25 juga menjadi simbol bahwa perjalanan pembangunan Kota Batu memasuki fase baru. Seperempat abad perjalanan pemerintahan daerah menjadi modal untuk menyusun langkah berikutnya dengan tetap mempertahankan karakter dan potensi Kota Batu.

Dengan tema yang diusung, pemerintah daerah ingin menjadikan peringatan Hari Jadi ke-25 sebagai momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan memiliki semangat yang sama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Bagi Kota Batu, pembangunan ke depan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur maupun peningkatan aktivitas ekonomi. Aspek sosial, lingkungan dan keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah daerah.

Karena itu, Logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak hanya diposisikan sebagai identitas visual peringatan hari jadi. Logo tersebut menjadi simbol refleksi perjalanan sekaligus pengingat mengenai arah pembangunan yang ingin diwujudkan.

Memasuki usia 25 tahun, Kota Batu diharapkan mampu terus berkembang sebagai daerah yang memiliki daya saing, namun tetap menjaga lingkungan dan memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk tumbuh.

Semangat bangkit bersama, menjaga alam raya, dan mewujudkan mBatu SAE Berkelanjutan menjadi pesan yang diharapkan dapat mengiringi perjalanan Kota Batu memasuki babak pembangunan berikutnya.

 

Penulis: Samsu