MBG Kembali Disorot, 225 Orang di Blora dan Rembang Diduga Terdampak

FB_IMG_1788959577234

Oleh : Lhynaa Marlinaa

Blora, Rembang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah 225 orang di Blora dan Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan terdampak atau mendapat penanganan medis usai mengonsumsi makanan MBG.

Di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, sedikitnya 137 orang, terdiri dari 136 siswa dan seorang guru, dilaporkan mengalami keluhan seperti diare, mual, muntah, pusing, lemas, dan sakit perut.

Baca juga : https://lingkarmedia.com/speedboat-berisi-8-orang-hilang-kontak-di-perairan-selat-sunda-7-diantaranya-jurnalis/

Kepala SMAN 1 Tunjungan Yuni Ni’wati mengatakan pendataan awal Dinas Kesehatan mencatat 133 siswa dan seorang guru mengalami keluhan. Tiga siswa lainnya tidak masuk sekolah karena diare dan turut diduga mengalami gejala serupa.

Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis. Makanan tersebut dipasok oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.

Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, meminta SPPG Sukorejo 2 ditutup. Menurutnya, SPPG tersebut sebelumnya telah mendapat peringatan dan kejadian di SMAN 1 Tunjungan disebut sebagai kasus ketiga yang berkaitan dengan SPPG tersebut.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Sri juga meminta pengelola mengembalikan dana MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

88 PASIEN DITANGANI DI REMBANG

Di MAN 2 Rembang, jumlah pasien yang mendapat penanganan medis mencapai 88 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofi’i menyebut hingga Rabu (9/9/2026) pukul 05.40 WIB, sebanyak 88 pasien telah masuk ke UGD Puskesmas Lasem.

Sebanyak 36 orang menjalani rawat inap, sementara 52 orang menjalani rawat jalan. Tujuh pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kapasitas ruang rawat Puskesmas Lasem tidak mencukupi.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing, nyeri perut, diare, muntah, dan gangguan pencernaan.

Jika angka yang dilaporkan di Blora (137 orang) dan pasien yang ditangani di Rembang (88 orang) dijumlahkan, terdapat 225 orang yang terdampak atau mendapat penanganan dalam dua kejadian tersebut.

REMBANG BUKAN KALI PERTAMA

Persoalan keamanan pangan MBG di Rembang sebelumnya juga mencuat pada 3 September 2026 di SMAN 1 Lasem.

Sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang disalurkan SPPG Soditan. Pemerintah Kabupaten Rembang kemudian melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

SPPG Soditan disebut mendapat sanksi pemberhentian sementara selama 20 hari dari BGN.

Rangkaian kejadian ini kembali menyoroti keamanan pangan dalam program MBG, mulai dari pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga pengawasan SPPG.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Persoalan keamanan pangan MBG juga menjadi perhatian secara nasional. Data Kementerian Kesehatan yang dikutip Associated Press mencatat hingga 2 September 2026, terdapat 50.059 orang terdampak dalam 560 kejadian yang dikaitkan dengan MBG di 245 kabupaten/kota pada 36 provinsi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG bukan lagi sekadar insiden lokal, tetapi telah menjadi tantangan pengawasan yang perlu mendapat perhatian serius.

Disclaimer: Meski keluhan kesehatan muncul setelah konsumsi makanan MBG, penyebab pasti kejadian belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan serta uji laboratorium.

 

Red. Lingkarmedia.com