BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Prioritas
Jakarta, Lingkarmedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan menangani sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Dalam periode Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9), karhutla masih menjadi salah satu bencana yang mendominasi laporan kejadian.
Sejumlah karhutla baru dilaporkan terjadi di beberapa daerah, sementara pemerintah bersama unsur terkait terus memperkuat penanganan di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Kejadian karhutla terbaru antara lain terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (4/9). Kebakaran berdampak terhadap sekitar 17,81 hektare lahan yang tersebar di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Desa Padang, Kecamatan Manggar, serta Desa Sukamandi, Kecamatan Damar.
Tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Bangka Barat pada Kamis (3/9) malam. Kebakaran berdampak terhadap sekitar 8,5 hektare lahan di Desa Air Putih, Kelurahan Sungai Daeng, Desa Air Belo dan Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok. Tim BPBD bersama pemadam kebakaran melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, karhutla dilaporkan terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 08.10 WITA. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar sembilan hektare, terdiri dari delapan hektare di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur dan satu hektare di Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor.
Api berhasil dipadamkan pada Jumat (4/9). Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Sementara itu, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, karhutla berdampak terhadap sekitar empat hektare lahan di RPH Bungkal BKPH Ponorogo Timur KPH Lawu DS, Desa Gunung Wari, Kecamatan Bungkal. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman sehingga penanganan dilakukan dengan pemantauan dan kesiapsiagaan untuk mencegah api meluas. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (4/9).
Kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Karhutla yang terjadi di kawasan Hutan Gunung Kendeng sejak Kamis (3/9) masih dalam penanganan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.
Lokasi kebakaran berada di Desa Malotong, Kecamatan Ampana serta Desa Sukamaju dan Desa Balingara di Kecamatan Ampana Tete. Medan yang sulit dan akses menuju lokasi menjadi tantangan bagi tim gabungan. Pergerakan api terus dipantau untuk mengantisipasi meluas ke kawasan gunung maupun mendekati permukiman.
Riau Catat Lahan Terbakar 18.882 Hektare
Dari enam provinsi prioritas, Riau menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar. Berdasarkan data hingga 4 September 2026, luas lahan terbakar di Riau sejak awal tahun mencapai sekitar 18.882,16 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan dua kota.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB memberikan dukungan berupa satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara sekaligus untuk mendukung OMC, serta lima helikopter water bombing.
Operasi udara diarahkan berdasarkan hasil patroli dan temuan titik api. Pada 3 September, tim melakukan patroli serta water bombing di sejumlah lokasi prioritas, termasuk wilayah Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan dan Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Sejumlah titik masih membutuhkan pemadaman dan pendinginan, khususnya kawasan bergambut yang memiliki potensi api kembali muncul.
Sumatera Selatan dan Jambi Jadi Perhatian
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare. Pemantauan sejumlah satelit mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah juga berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat. Jarak pandang tercatat kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer.
Wilayah yang menjadi prioritas penanganan antara lain Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin. BNPB turut memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam, pompa, alat pelindung diri, flexible tank dan selang pemadam.
Sementara itu, Jambi masih berada dalam status Siaga Darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026. Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga menetapkan status siaga darurat. Berdasarkan pemantauan satelit BMKG pada 3 September, Jambi tercatat memiliki 266 titik panas.
Penanganan Diperkuat di Kalimantan
Kalimantan Tengah juga masih menjadi wilayah prioritas. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku hingga 31 Oktober 2026. Sejumlah kabupaten dan kota turut memiliki status penanganan karhutla, termasuk Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara, Barito Timur, Seruyan dan Palangka Raya.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Di Kalimantan Selatan, status Siaga Darurat karhutla dan kekeringan berlaku sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.
Sementara Kalimantan Barat menetapkan status Siaga Darurat karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Penanganan mencakup sejumlah wilayah, antara lain Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Ketapang dan Landak.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan operasi darat dan udara, patroli, water bombing serta OMC sesuai perkembangan cuaca dan titik api.
Selain pemadaman, pendinginan dan pemantauan hotspot dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.
Penulis: Panji








