Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Kamis, 28 Juli 2016 05:09

Tomohon International Flower Festival 2016 Digelar Agustus 2016

Ditulis oleh
TIFF 2015 TIFF 2015

Lingkarmedia.com - TOMOHON, Tomohon International Flower Festival 2016 (TIFF) resmi dilaunching, Minggu (29/5) di Jakarta. Bertempat di halaman parkir Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI, ajang tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon diawali dengan kegiatan jalan sehat Car Free Day (CFD) sekaligus parade/iringan float atau kendaraan hias mini, oleh Kementerian Pariwisata RI dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

 

Parade launching perhelatan yang kini masuk agenda nasional mengambil start di depan gedung BNI 46, Jalan Sudirman. Bendera start berlogo TIFF dilepas Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Dra Esthy Reko Astuti, mewakili Menteri Pariwisata. Bahkan, ribuan masyarakat Jakarta tampak terkagum, ada juga yang ikut bersama-sama mengikuti parade.

Wakil Wali Kota Tomohon, selaku Ketua Panitia TIFF, Syerly Adelyn Sompotan (SAS) memberikan apresiasi kepada kementerian pariwisata yang mendukung, sepenuhnya kegiatan launching dan konfrensi pers. “Saya berharap akan terus terjalin kerja sama dan sinergitas dalam mengembangkan pariwisata nusantara, khusunya penyelenggaraan TIFF 2016,” katanya.

SAS menambahkan, saat ini jumlah peserta yang mendaftar memasuki angka 25. “25 peserta yang sudah mendaftar untuk ikut Tournamen Of Flower (TOF) yang merupakan bagian dari rangkaian TIFF. Selain itu ada berbagai agenda lainnya yang akan digelar,” kata dia.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SEAk (JFE)menambahkan, pelaksanaan TIFF 2016 mengambil tema Pesona Tomohon. JFE menegaskan, pihaknya siap dengan target 1 juta turis untuk menekan angka wisatawan asing di Sulut. “Diharapkan dengan adanya TIFF mampu mendorong Pemprov untuk Sulut menjadi provinsi destinasi wisata,” ujarnya. ”Ajang ini sangat efektif dan efisien dalam memperkenalkan serta mempromosikan potensi wisata serta industri pendukungnya. Tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Di menambahkan, sejalan dengan program strategis kementerian pariwisata RI, pemerintah Kota Tomohon telah menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan yang diandalkan untuk kemajuan pembangunan Kota Tomohon.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Wakil Gubernur Drs Steven Kandow bersama Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos ikut ambil bagian.

Steven Kandow dalam sambutannya mewakili Pemprov menuturkan, pihaknya saat ini fokus dalam mengembangkan sektor pariwisata termasuk di Kota Tomohon. Menurut Kandow, dengan adanya TIFF memberikan nilai positif bagi masyarakat pada umumnya. “Sehingga tahun depan ditargetkan satu juta wisatawan luar negeri akan tertarik dan mengunjungi Sulut, yang pasti di dalamnya Kota Tomohon,” ujarnya.

Mantan Ketua Deprov Sulut ini menambahkan, dalam rangka mencapai upaya tersebut, Pemprov Sulut menargetkan Pemkot Tomohon 10 persen dari target 1 juta. “1 persen saja akan sangat membanggakan. Di sisi lain, semakin banyak wisatawan datang ke Tomohon semakin besar juga PAD-nya,” tambahnya.

Menurut Kandow, TIFF ini juga pastinya akan menjadi motivasi kepada daerah lain di Sulut dalam membuat kegiatan yang akan berpotensi daya Tarik pariwista. “Semoga adanya TIFF, menjadi acuan kepada daerah lain untuk membuat agenda lain di Sulut, yang menarik minat para wisatawan dalam maupun luar negeri, ujar Kandouw.

Politisi PDIP Sulut ini menambahkan, di tahun 2017, bakal menjadikan bidang pariwisata sebagai andalan Pemprov Sulut. Ini dibuktikan dengan naiknya anggaran pariwisata sekitar 400 persen. “Tahun depan, pariwisata jadi andalan Sulut, termasuk TIFF,” tukasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Dra Esthy Reko Astuti mengatakan pihaknya merespon daerah-daerah yang menjadi kebijakan utama destinasi wisata, untuk pembangunan sektor pariwisata. “Diharapkan daerah tetap konsen dalam mengembangkan sektor pariwistanya,” ujar Astuti.

Serangkaian dengan launching TIFF, juga dilaksanakann penyerahan kain batik bermotifkan Tomohon yang diproduksi Wale Batik Minahasa, serta penyerahan palakat kepada pihak Kementerian Pariwisata oleh Wali Kota Tomohon.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Rasena Arya SE MM, Ketua DPRD Sulut Andrey Angow, Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban SE MSi, Dirut Bank SulutGo Johanes Salibana SE, Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky Wenur bersama para anggota DPRD, Kapolres Kota Tomohon AKBP Monang Simanjuntak SIK, unsur jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama perwakilan SKPD Pemkot Tomohon, para anggota rukun/organisasi kawanua di Jakarta.

Sebagai salah satu penghasil bunga terbesar di Tanah Air, Tomohon terlihat siap dan percaya diri menyelenggarakan festival bunga berskala internasional itu. Selain sumber daya alam sangat mendukung,
tanah yang subur, udara sejuk serta tempatnya yang masih alami membuat bunga yang ditanam bisa berkembang dengan maksimal. Diharapkan, pada puncaknya nanti, wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara bisa mencium dan menikmati pesonanya. "Ini dalam rangka lebih mengenalkan destinasi-destinasi wisata di Kota Tomohon. Semakin banyak promosi yang dilakukan, wisatawan akan tahu bahwa kita memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik bila dibandingkan dengan daerah lainnya,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Mariam Rau, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5).

Yang membuat Mariam bangga, Festival Bunga Tomohon tergolong kelas dunia. Dari paparan Mariam, pada even-even sebelumnya, banyak wisman yang memadati kanan kiri jalan di sepanjang rute festival. Semuanya mengarahkan pandangan untuk menyaksikan keindahan bunga-bunga di Tomohon. "Setelah menggelar Tomohon International Flower Festival di 2008, nama Tomohon langsung tenar. Acara ini selalu sukses besar menyedot wisatawan lokal dan mancanegara," tambahnya.

Untuk tahun ini, peserta Tomohon International Flower Festival tidak hanya datang dari daerah-daerah di Indonesia. Ada juga negara-negara lain yang ikut ambil bagian. Polandia, Prancis, Amerika Serikat, Selandia Baru, India, dan Filipina merupakan negara-negara langganan yang tidak pernah absen mengikuti festival bunga ini.

 

Baca 286 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU