Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Senin, 25 Desember 2017 12:12

Libur Panjang, Pasokan Listrik Jawa-Bali Dijamin Aman

Ditulis oleh

Lingkarmedia.com - Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) menjamin ketersediaan pasokan listrik di Jawa-Bali selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 tetap terjaga.

Listrik dipastikan selalu menyala selama 24 jam. Menteri ESDM Ignasius Jonan turun langsung mengawal ketersediaan listrik dengan memantau gardu listrik tegangan tinggi di PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat pada Minggu (24/12/2017).

"PLN siap serta menjamin ketersedian pasokan listrik selama kegiatan libur Natal dan tahun baru, khususnya di Bali. Ini kita lakukan untuk menjamin kenyamanan wisatawan di Bali," kata Jonan dalam pernyataan resmi, Senin (25/12/2017).

Dia menambahkan saat ini kondisi kelistrikan Bali memiliki cadangan hampir mencapai 50% dari kebutuhan listrik rata-rata setiap hari. Jumlahnya dinilai sudah sangat mencukupi.

“Ketersedian pasokan listrik di Provinsi Bali menyentuh angka sekitar 1.200 Mega Watt (MW). Sedangkan beban puncaknya itu tidak sampai menyentuh angka 800 MW. Jadi cadangan pasokan listrik yang tersedia di Provinsi Bali hampir menyentuh angka 50%. Sudah aman,” ujar Jonan.

Total Daya Mampu Netto (DMN) pasokan listrik di Sub Sistem Kelistrikan Bali adalah sebesar 1.284,4 MW, yang berasal dari Kabel Laut Jawa-Bali sebesar 340 MW, PLTG Gilimanuk 130,44 MW. Lalu, PLTU Celukan Bawang 380 MW, PLTG Pemaron 80 MW, dan PLTG/PLTD Pesanggaran sebesar 354 MW. Adapun beban puncak Sub Sistem Kelistrikan Bali adalah sekitar 850 MW.

Jonan mengungkapkan sekitar 70% beban Bali terkonsentrasi di daerah selatan, yaitu Denpasar dan sekitarnya. Sejumlah Gardu Induk vital di daerah selatan Bali, seperti GI Kapal, GI Pesanggaran, GI Nusa Dua, GI Bandara dan GI Pamecutan Kelod, dipastikan siap.

GM PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa menyatakan PLN Area Distribusi Bali akan mengerahkan sebanyak 750 personil serta ahli daya. Semuanya bakal fokus mengamankan pasokan listrik selama perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Dari sisi pasokan, jaringan dan distribusi aman semua. Scanning terhadap transmisi, pembangkit distribusi aman semua. Kami lakukan inspeksi intensif untuk pastikan semuanya aman,” jelasnya.

Joni memaparkan selama 22 Desember 2017-4 Januari 2018, PLN tidak akan melakukan pemeliharaan agar tidak mengganggu masa perayaan. Diprediksi beban puncak selama perayaan akhir tahun adalah sekitar 805 MW, masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain menyiagakan petugas, PLN Bali juga akan menyiapkan 27 gardu bergerak supaya ketika trafo jaringan terganggu bisa langsung ditangani. Layanan itu masih ditambah dengan genset 2 unit, 3 unit mobil pendeteksi jika terjadi gangguan serta 13 sepeda motor untuk membantu mendistribusikan petugas apabila ada gangguan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif kesiapan PLN dan Kementerian ESDM ini. Dengan jaminan ini, Bali bakal optimal memberikan layanan kepada wisatawan.

"Ini bukti semua concern terhadap pariwisata. Ini memang yang kita butuhkan. Indonesia Incorporated, kerja bersama menjadikan pariwisata sebagai pemimpin sektor ekonomi bangsa," tuturnya.

TERPOPULER

KABAR TERBARU