Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Sabtu, 13 Agustus 2016 07:16

Mendikbud : sanksi fisik bisa ditoleransi dalam pendidikan

Ditulis oleh

Lingkarmedia.com - JAKARTA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali megeluarkan opininya terkait maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan, menurutnya "Pendidikan tidak bisa tanpa pendidikan keras. Bedakan kekerasan pendidikan dan pendidikan dalam kekerasan. Seperti halnya unntuk menghasilkan tentara tangguh, itu kan perlu latihan keras."

Baryo Prabowo seorang mahasiswa ikut menanggapi terkait hal yang dilontarkan Mendikbud tersebut. Menurutnya "Pendidikan secara global mencangkup pendidikan akademis, moral, minat dan bakat, dsb. Dalam pendidikan jenis apapun itu, saya sangat tidak setuju adanya kekerasan dalam bentuk fisik maupun mental. Namun apabila diluar konteks pendidikan, misalnya sang guru dilontarkan kata kotor oleh siswanya seperti yang terjadi di Makassar tempo hari, saya sangat mendukung sistim hukuman norma. Karena ini diluar konteks pendidikan, melainkan aplikasi moral namun dalam ruang lingkup sekolah. Tamparan adalah harga yang pantas untuk setiap manusia yang berlaku amoral. Jangan hanya karena kasus ini terjadi di lingkungan sekolah maka semata-mata dianggap sebagai sistem belajar mengajar yang menjunjung kekerasan. Ini lain soal."

Adi Junniadi pemangamat pendidikan ikut beropini, "khusus untuk anak-anak yang dinilai bandel atau susah keterlauan, hal itu bukan masalah, no problem."

Dilain sisi Andre Wadokai salah satu Mahasiswa Negeri menyayangkan pernyataan Mendikbud, "Payah ini, itu sama saja dengan menghalalkan kekerasan dalam dunnia pendidikan, bukan dengan fisik unntuk membentuk siswa menjadi hebat, tapi  dari sikap yang tegas, ini dunnia pendidikan konteksnya bukan tentara."
Andre Wadokai juga menambahkan terkait wacana Full Day School yang menjadi pro dan kontra di dunia pendidikan, " Jangankan full day setengah hari saja sudah banyak siswa yang mabal (bolos). Sistem belajarnya yanng seharusnya dirubah bukan dari kapasitas waktunnya yang harus ditambah, hal itu tidak efektif dan efisien."

Baca 220 kali

Item terkait

TERPOPULER

KABAR TERBARU