Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Sabtu, 11 Maret 2017 13:58

Lack of Morality

Ditulis oleh

Oleh : Arya P (Peneliti dan Jurnalis)

Seorang anak Sekolah Dasar (SD) mendapat begitu banyak pujian dari orangtua/walimurid pada sebuah kegiatan penerimaan raport siswa karena dirinya mendapatkan peringkat 1 terus menerus sejak dirinya masuk sekolah. Secara tidak langsung hal tersebut menunjukkan bahwa “kepandaian” menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan seringkali mendapatkan begitu banyak pujian dari orang-orang. Memang tidak ada yang salah dengan “kepandaian” seseorang, namun ada hal yang lebih penting dari sekedar kepandaian seseorang. Sedangkan pernahkah kita berpikir dan merenung bahwa anak-anak kita seringkali harus mendapatkan begitu banyak kursus/bimbingan belajar/les atau apapun namanya itu, dengan tujuan agar anak tersebut dapat meraih nilai terbaik di sekolah dan orang tuanya mendapatkan pujian dari orang lain bahwa anaknya memang “pandai”.

Pendidikan memang sesuatu yang penting bagi masyarakat Indonesia guna memposisikan bangsa kita agar lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa lain. Saat ini masyarakat Indonesia seolah-olah menganggap bahwa “kepandaian” merupakan segalanya. Bahkan tidak sedikit orang tua yang mau untuk mengeluarkan begitu besar banyak uang demi anaknya mendapatkan tambahan pelajaran. Tulisan ini tidak sedang membahas tentang baik dan buruk kegiatan kursus/les/bimbingan belajar. Namun coba kita lihat apa yang telah kita lakukan pada anak-anak kita, apakah kita sudah juga memberikan pendidikan yang disebut dengan “moralitas?” Kenapa dengan moralitas? Ada apa dengan moralitas?

Masyarakat seakan-akan sudah terlalu sibuk mengomentari berbagai macam peristiwa yang terjadi di negeri ini. Bahkan kita seringkali mengucapkan, “ah, kasihan benar orang tersebut, kenapa dia bisa begitu”. Kondisi tersebut seringkali memunculkan adanya berbagai macam gerakan sosial berupa kepedulian terhadap korban/peristiwa tertentu. Namun akan lebih baik ketika tidak ada peristiwa/masalah yang terjadi di negeri ini sehingga kita tidak perlu memunculkan berbagai macam bentuk gerakan tersebut. Kepandaian memang penting bagi seorang anak, namun “moralitas” juga penting. Mengapa? Kepandaian tanpa diimbangi moralitas akan berujung pada suatu keburukan/kejahatan. Seseorang yang memiliki tingkat moralitas yang tinggi, tidak akan melakukan sesuatu berdasarkan logika atau pikirannya saja, melainkan juga dirinya akan memberikan pertimbangan baik dan buruknya terhadap apa yang dilakukannya.

Banyak masalah di negeri ini yang terjadi akibat individu-individu yang tidak memiliki tingkat moralitas yang tinggi. Bahkan tidak sedikit orang yang bermasalah tersebut merupakan orang-orang yang memiliki tingkat kepandaian tinggi dengan pendidikan di atas rata-rata. Seolah-olah apa yang terjadi saat ini merupakan kondisi yang dapat disebut sebagai “lack of morality”, yang menyebabkan terjadinya berbagai macam masalah di negeri ini, baik peristiwa kriminalitas, korupsi, benturan antarkelompok masyarakat, maupun yang lainnya. Sekali lagi bahwa kepandaian memang penting, namun perlu diimbangi dengan moralitas.

Kita perlu merenungkan kembali terhadap tingkat moralitas bangsa ini, apakah mengalami kemunduran atau kemajuan. Tulisan ini tidak sedang ingin mengulas terkait baik dan buruknya kepandaian seseorang, namun yang ingin kita tekankan melalui tulisan ini yakni adanya perpaduan antara kepandaian dan moralitas. Kondisi tersebut perlu diciptakan bagi manusia Indonesia oleh seluruh elemen bangsa, bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja, tetapi juga tugas masyarakat Indonesia. Kapan itu bisa diciptakan? Kapan itu dimulai? Perpaduan tersebut dapat diciptakan dan dimulai sejak saat ini terhadap anak-anak Indonesia. Moralitas perlu ditanamkan sejak masa anak-anak sehingga ketika dirinya dewasa paling tidak mereka masih memiliki kesadaran mengenai moralitas. Anak-anak tidak hanya sekedar “dipaksa” untuk menjadi pandai saja, namun juga perlu dipersiapkan untuk memiliki tingkat moralitas yang tinggi. Masing-masing lingkungan perlu memikirkan hal tersebut, baik lingkungan keluarga, sekolah, ataupun lingkungan masyarakat sekitar.

Lalu bagaimana dengan orang-orang dewasa yang sudah terlanjur kurangnya tingkat moralitas? Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak bahwa sudah saatnya masyarakat mulai merenung dan mengevaluasi diri kita masing-masing guna memperbaiki kondisi bangsa ini agar dapat menjadi bangsa yang unggul. Mungkin hanya saya yang merasa lelah terjadi berbagai masalah di negeri ini, ataukah saudara merasakan hal yang sama dengan saya? Kita perlu memastikan seberapa besar nilai moralitas yang ada di dalam diri kita? Apakah masing-masing dari kita sudah memiliki tingkat moralitas yang tinggi? Renungan tersebut akan menjawab pertanyaan, apakah diri kita termasuk orang yang bermoral atau tidak.

Baca 164 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU