Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Sabtu, 07 Januari 2017 09:42

Sensitif Agama Problematika Pelik

Ditulis oleh Alfariani

Indoesia sebagai Negara Multikultural yang memiliki keanekaanragaman baik dalam hal bahasa, suku,  etnis dan agama khususnya memang rawan terjadi konflik.

Tuduhan bahwa agama ikut andil dalam memicu konflik atau bahkan sebagai sumber konflik yang terjadi antar umat beragama memang sulit dibantah. Di Indonesia sendiri ada 6 agama yang diakui oleh pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk hidup sebagai mahluk yang bertakwa kepada Tuhannya.

Jadi tidak seharusnya agama menjadi faktor penyebab konflik. Karena agama sendiri sebagai sistem keyakinan bisa menjadi bagian inti dari nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat, dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol bagi tindakan anggota masyarakat tertentu untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan ajaran agamanya.

 

Menyikapi Intoleran Agama

 

Intoleransi di negara Indonesia ini sudah menjadi masalah yang sangat pelik bagi bangsa ini, karena berhubungan dengan umat manusia dan keanekaragaman antar suku bangsa, yang dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama dan kemajemukan adat istiadat daerah tersebut. Untuk itu perlu adanya penanggulangan yang serius baik dari masyarakat sendiri maupun aparatur pada Negara.

Penanggulangan dari aparat ini misalnya dengan menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan kaidah/peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan tidak berorentasi pada politik saja. Namun pada kenyataannya di Indonesia saat ini masih sering terjadi konflik antar umat beragama. Masih kurangnya rasa saling pengertian dan pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama pihak lain serta kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalm kehidupan bermasyarakat menjadi sebab timbulnya ketegangan yang akhirnya memicu terjadinya konflik.

Adanya sikap etnhosentrisme yang menganggap agamanya lebih baik daripada yang lain membuat potensi konflik menjadi semakin nyata.

 

Solusi menghadapi dan mencegah intoleran

 

Beberapa hal yang dapat dijadikan solusi atas permasalan tersebut.

1. Dialog Antar Agama

Dirasa sangan penting dengan adanya dialog terbuka yang bisa disiarkan media massa. Menghadapi panasnya kasus intoleran, acara dialog antar agama bisa menjadi penengah sekaligus penyelesai masalah.

2. Pendidikan Multikultural

Perlu ditanamkannya pemahaman mengenai pentingnya toleransi antar umat beragama sejak dini. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan di sekolah dan lembaga studi agama.

3. Mononjolkan segi-segi permasamaan dalam agama. Tidak memperdebatkan segi perbedaan dalam agama.

4. Melakukan kegiatan sosial yang melibatkan para pemeluk agama yang berbeda,

5. Meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi yang memiliki budi pekerti luhur dan akhlakul karimah.

Solusi tersebut tidak lain merupakan perwujudan dari sikap toleransi yang harus dimiliki agar tidak lagi terjadi konflik antar umat beragama di Indonesia.

 

Baca 131 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU