Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Jumat, 05 Desember 2014 01:23

Mimpi Rudiantara Wujudkan Indonesia Bebas Internet Lelet

Ditulis oleh

 

Rudiantara kini banyak dikenal orang, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuknya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfio) pada Oktober 2014.

Mengawali karier sebagai general manajer di perusahaan telekomunikasi PT Indosat pada 1986, Rudiantara terbilang sukses di dunia telekomunikasi.

Kini pria yang akrab di sapa Rudi itu punya tugas berat. Bukan hanya memikirkan untung dan rugi di sebuah perusahaan, melainkan juga menjadikan negeri ini sebagai bangsa yang memiliki industri telekomunikasi di terbesar di Asia, bahkan dunia.

Lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia telekomunikasi, menjadikan pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959, ini memiliki modal kuat untuk menjalankan amanat tersebut.

Langkah awal pria lulusan terbaik Ilmu Statistik Universitas Padjajaran ini adalah memperbaiki jaringan koneksi internet menjadi yang tercepat. Sebab, diakuinya, selama ini jaringan yang ada seperti terseok-seok.

Bahkan lebih dari itu, ia bermimpi menjadikan Indonesia segera terbebas dari lambatnya internet, khususnya di wilayah-wilayah pelosok desa. Karena itu, langkah pertama yang perlu ditata adalah pengaturan frekuensi serta regulasi perihal koneksi 4G melalui broadband plans 2015–2019.

“Broadband plans sedang kita godok yang awal pengerjaannya pada 2015 nanti. Kami prediksi segera rampung pada 2019,” ujar Ridiantara saat berbincang kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Meski diakui tidak mudah untuk melaksanakan broadband plans, lantaran membutuhkan anggaran yang besar. Tapi, Rudi berjanji akan mengupayakan itu dengan berbagai cara pengadaan anggaran, sebab yang terpenting target terwujud pada 2019.

Meski begitu, kata Rudi, bukan berarti pemerintah tidak memerhatikan kebutuhan lainnya dalam pembangian anggaran. Apalagi, program lain dengan biaya yang juga tidak sedikit telah menanti, salah satunya menguatkan program e-goverment yang digadangkan Presiden Jokowi.

“Khusus untuk broadband saja kita butuh dana sebesar Rp270 triliun. Angka yang sangat fantastis pastinya. Lalu bagaimana mendapatkannya? Pemerintah sudah memikirkan itu,” jelasnya.

Salah satunya adalah melalui private public relationship (PPP). Penggalangan dana melalui PPP ini adalah bentuk perjanjian jangka panjang antara pemerintah pusat dan daerah dengan kemitraan bersama pihak swasta.

“Program ini butuh anggaran besar, dan diperkirakan didapat dari beberapa pihak. Seperti halnya dari PPP ini, jadi tidak perlu mengandalkan dari APBN,” tuturnya.

Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang tidak ada lagi yang namanya Indonesia mengalami internet lelet.

"Ini soal tanggung jawab pemerintah untuk masyarakat. Jadi jika hari ini kita berbicara tentang internet lelet, mudah-mudahan sampai 2019 secara bertahap akan ditingkatkan baik untuk cakupan maupun tingkat aksesnya," jelas Rudiantara.

Adapun tujuan dari di gelarnya program layanan broadband plans ini untuk meningkatkan coverage atau wilayah cakupan dan meningkatkan akses kecepatan internet.

 

 

Baca 355 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU