Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Rabu, 16 Maret 2016 22:19

Selamat Datang Pahlawan Bulu Tangkis Indonesia-All England 2016

Ditulis oleh AMR

 

 

 

Lingkarmedia.com, Jakarta - Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pasangan Praveen Jordan-Debby Susanto disambut bak pahlawan. Puluhan penggemar yang telah berjam-jam menanti segera membentangkan spanduk merah-putih bertuliskan, 'Selamat Datang Pahlawan Bulu Tangkis Indonesia-All England 2016'.

Tampak pula sejumlah pejabat hadir menjemput pasangan yang baru saja menjuarai ganda campuran All England itu, karena mendapat sambungan hangat, keduannya semringah. Senyum tak henti-hentinya diberikan kepada yang mengucapkan selamat. Dengan ramah, keduanya juga melayani permintaan foto bersama, lengkap dengan gaya mengangkat kalungan medali.

Di tengah keriuhan, hadir pula pelatih ganda campuran nasional, Richard Mainaky. Saat melihat kedatangannya, Praveen segera memeluk pelatih yang sangat berjasa bagi kariernya itu.

Ya, sulit dimungkiri keberhasilan keduanya di ajang All England tidak lepas dari tangan dingin Richard. Praveen dan Debby dipasangkan oleh Richard pada awal 2014 lalu, dan akhirnya berhasil mengukuhkah medali emas turnamen bergengsi itu pada 27 bulan kemudian.

Praveen dan Debby berasal dari satu klub, yakni PB Djarum. Sebelum masuk pelatnas, Praveen berpasangan dengan pemain kawakan Vita Marissa, sedangkan Debby dengan Muhammad Rijal. Awal 2014, mereka masuk pelatnas dan dipasangkan oleh Richard yang sudah banyak membesut ganda campuran berprestasi.

Prestasi Praveen/Debby di tahun-tahun awal memang tidak mencuat. Pada 2014, tak ada satu pun gelar yang diraih. Namun, saat itu Richard masih yakin dia tak salah memasangkan Praveen dengan Debby, seyakin dirinya pada keputusan 'menceraikan' Liliyana dengan Nova Widianto untuk memasangkannya dengan Tontowi.

Akhirnya, gelar pertama Parveen/Debby ialah gelar di SEA Games 2015. Pada tahun yang sama, mereka juga berhasil menjadi runner-up French Open Super Series dan masuk semifinal Super Series Finals. Di Super Series Finals, senior mereka, Tontowi/Liliyana, bahkan gagal lolos dari fase kualifikasi grup.

Richard berkata sejak awal ia melihat Praveen/Debby terus memberikan tanda perkembangan yang menggembirakan. Kini, kata dia, Praveen/Jordan sudah siap sebagai juara baru dan menjadi ujung tombak baru Indonesia, terutama di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro nanti.

 

 

 

Baca 247 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU