Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Minggu, 06 Maret 2016 21:11

Menpora ajak Garuda Indonesia sponsori Rio Haryanto pada F1

Ditulis oleh AMR

Surat permintaan sponsorship dari Kemenpora kepada PT Garuda Indonesia.

Jakarta,Lingkarmedia.com - Menteri Pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, mengajak PT Garuda Indonesia turut mensponsori pembalap Formula 1 asal Indonesia, Rio Haryanto untuk menutupi kekurangan dana yang dibutuhkan selama membalam bersama Manor Racing.

Dana yang dibutuhkan Rio untuk berlaga di F1, yakini sebesar 15 juta euro ata sekitar Rp.225 milliar. Saat ini baru pihak Pertamina yang sudah siap membayar sepertiganya, sementara dua pertiganya belum bisa dipastikan. Berdasarkan hasil Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (2/3/2016) bantuan untuk Rio lebih rasional jika diambil dari anggaran promosi Wonderful Indonesia diluar negeri yang telah dialokasikan pada Kementerian Pariwisata. Dengan sambil menunggu anggaran APBNP yang diajukan kemenpora, pimpinan dan anggota komisi X yang hadir sepakat akan memperjuangkan bantuan untuk Rio melalui Kemenpar dengan memasang logo Wonderful Indonesia pada baju dan mobil balap Rio Haryanto. 

Oleh karena itu, imam meminta untuk terus menjalin komunikasi dengan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Imam juga sebelumnya memberi usulan agar pegawai negeri sipil di lingkungan Kemenpora menyumbang secara sukarela. 

"Kiprah Rio di F1 merupakan sejarah sekaligus kenggaan nasional. Kami berharap Garuda Indonesia ikut membantu mensponsori karena dana yang dibutuhkan masih kurang" kata Menpora usai bertemu Direktur SDM dan Umum PT.Garuda Indonesia, Heryanto Agung Putra di Kantor Pusat Garuda Indonesia, jakarta, Kamis (3/3/2016). Garuda Indonesia termasuk salah satu yang paling diharapkan Menpora untuk membantu Rio. Menpora juga mempertimbangkan karena sebelumnya sudah ada kerjasama antara Kemenpora dan Kementerian BUMN untuk dukungan kegiatan kepemudaan dan keolahragaan. "Dukungan kepada Rio Haryanto dapat melalui mekanisme sponsorship sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan" tambah Imam.

Baca 188 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU