Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Jumat, 02 Oktober 2015 03:33

Kabut Asap Menghantui Pembalap Tour de Singkarak 2015

Ditulis oleh


Sampai hari ini kabut asap masih pekat mengepung Sumatera Barat bahkan beberapa daerah sudah menetapkan status darurat asap,

sementara lomba balap sepeda kelas bergengsi Tour de Singkarak (TdS) 2015 akan dihelat 3-11 Oktober 2015.  Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya menjelaskan kalau musibah hanya Tuhan yang tahu, tapi itu dilengkapi juga dengan data-data ilmiah.

“Sampai ke depan mudah-mudahan tidak masalah, soal pengurangan kita belum tahu sebab kabut asap itu tidak sama kita tapi dari tempat orang,” ujar Arya usai rapat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, jalan Khatib Sulaiman Padang, Kamis 1 Oktober 2015.

Asap ini dari Pekanbaru, Jambi dan Sumatera Selatan, informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geologi Sumatera Barat kondisi asap sudah berkurang.“Tapi kita tetap akan men-survey bersama dengan BMKG hasilnya nanti disampaikan ke PB ISSI dan ICI Union Cyclist International (UCI), nanti mereka yang memutuskan,” ujarnya.  Sementara Race Director Tour de Singkarak 2015, Sondi Sampoerno menjelaskan tadi sudah dibicarakan siapa yang bertanggung jawab standarisasi soal keamaan dan kesehatan, jadi BMKG dan Dinas Kesehatan nanti yang akan memberikan standarisasi.

“Jika tidak ada rekomendasi dari kedua lembaga itu makan PB ISSI dan UCI yang akan memutuskan jalannya pertandingan,” imbuh Sondi.  Soal kabut asap tidak akan menganggu jalanya Tour de Singkarak 2015, panitia bisa saja mengalihkan etape yang ada kabut asap ke etape yang tidak ada kabut asap, etape TdS 2015 ada sembilan akan menempuh jarak sejauh 1.343,1 kilometer melalui 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Sementara Kepala Observasi BMKG Padang Budi Samiaji mengatakan tadi pagi cukup pekat dan sampai malam ini kondisi sudah membaik dan cuaca stabil.

“Saat ini jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tadi pagi sempat 800 meter kini sudah mencapai 2000 meter dan penerbangan tidak terganggu, namun beberapa daerah bagian selatan seperti Kabupaten Sijunjung, Koto Sawahlunto, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Pesisir Selatan jarak pandang itu 300 sampai 500 meter, kalau jarak pandang seperti itu tandanya berbahaya,” katanya.

Meski sudah ada sebagian besar daerah berbahaya kabut asap, namun Budi Samiaji belum mengeluarkan rekomendasi dari BMKG. “Ini masih kita bicarakan di kalangan internal soal rekomendasi yang akan diberikan,” katanya.
Dari data panitia TdS ini pembalap akan ikut dari 36 negara dan 22 tim

Baca 132 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU