Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Rabu, 24 Mei 2017 04:56

Jaksa beberkan bahasa kode politisi PKS dalam kasus korupsi

Ditulis oleh
Tersangka kasus suap proyek di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang juga Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng (kiri), berjalan keluar ruangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4). Tersangka kasus suap proyek di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang juga Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng (kiri), berjalan keluar ruangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4). Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Lingkarmedia.com - Jakarta, Banyak cara yang dilakukan koruptor untuk mengelabui Komisi Pemberantasan Korupsi, salah satunya dengan menggunakan bahasa kode, seperti yang dilakukan Politikus PKS Yudi Widiana Adia.

Yudi adalah tersangka dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Maluku yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia diduga menerima fee dari terdakwa Komisaris Cahaya Mas So Kok Seng alias Aseng.

Fee sebesar Rp 4 miliar tersebut diberikan setelah ‘program aspirasi' milik Yudi Widiana Adia disetujui oleh Kementerian PUPR. Fee tersebut diberikan dalam dua tahap pada Mei 2015. Masing-masing berjumlah Rp 2 miliar.

Duit tersebut diduga diserahkan kepada Muhammad Kurniawan, kolega Yudi Widiana. Dua hari setelah uang fee diterima, Kurniawan lalu menghubungi Yudi dengan mengiriminya pesan singkat, “Semalam sdh liqo dengan asp ya.”

Kemudian Yudi Widiana Adia membalas: “Naam,brp juz?”

“'sekitar 4 juz lebih campuran.” jawab Kurniawan.

Kurniawan kemudian mengirim sms kembali berisi ‘”tu ikhwah ambon yg selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi.”

Yudi Widiana Adia membalas: Naam.. Yg pasukn lili blm konek lg?'

Kurniawan menjawab: “sdh respon bebeberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya',"

Percakapan berisi bahasa kode tersebut dipaparkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin 22 Mei 2017.

Baca 105 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU