Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Rabu, 17 Mei 2017 12:56

Terkait Penyiraman Novel Polisi Periksa Sejumlah Nama

Ditulis oleh
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata, di Jakarta, Selasa (11/4). - Antara/Aprillio Akbar Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata, di Jakarta, Selasa (11/4). - Antara/Aprillio Akbar

Lingkarmedia.com - Jakarta, Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa sejumlah orang yang kasusnya pernah atau sedang ditangani oleh Novel Baswedan karena dianggap berpotensi memiliki keterkaitan atau menjadi dalang di balik aksi penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK tersebut.

Menurut Polisi, tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka memiliki keterkaitan atau berada di belakang kejadian ini atas dorongan rasa sakit hati ketika menjalani proses hukum di KPK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R. P. Argo Yuwono menyebut, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mencari tahu kemungkinan motif di balik peristiwa ini. Adapun metode ini merupakan metode penyelidikan deduktif

"Kan Novel pernah menangani kasus, atau sedang menangani kasus. Nah, kita harus tanya itu. Kasus-kasus yang sudah ditangani apa saja. Misalnya yang sudah kira-kira apa? Ada yang sakit hati tidak di situ? Punya potensi semua di situ. Itu perlu kita lakukan penyelidikan," kata Argo, Rabu (17/5/2017).

Argo pun mencontohkan, sejumlah kasus yang diketahui pernah ditangani Novel seperti kasus E-KTP yang melibatkan sejumlah nama seperti mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto sebagai terdakwa serta anggota DPR RI Miryam S. Haryani.

Dalam kasus ini, Miryam sempat mengaku mendapat tekanan dan paksaan dalam proses pembuatan BAP hingga akhirnya mencabut BAP yang sudah dia tandatangani.

Untuk itu, polisi kemungkinan besar akan memintai keterangan dari Mirza terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel.

"Misalnya E-KTP ini ya, Kita pun juga misalnya diminta membantu untuk mencari, kita akan melakukan interview seperti Ibu Miryam. Kita interview, kira-kira dia berpotensi tidak ibu Miryam itu," katanya.

Selain kasus E-KTP, polisi juga akan meneriksa sejumlah orang yang terlibat dalam kasus lain seperti kasus di MK. Terkait kasus inj, Argo sempat mencontohkan nama Niko dan Akil Mochtar.

"Kemudian ada lagi kasusnya di MK itu, potensi ga? Makanya ini perlu kita selidiki, semua kemungkinan, potensi itu ada semuanya," tambahnya.

Baca 84 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU