Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Kamis, 30 November 2017 05:53

Gubernur BI : Kebijakan Penguatan Momentum Pemulihan Ekonomi Berdampak Pada Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Pada 2019

Ditulis oleh ES

Lingkarmedia.com – Jakarta, Pada 2019 hingga 2022, Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang lebih kuat. Hal ini dikarenakan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini telah mempercepat transformasi ekonomi.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 berkisar 5,8-6,2 persen. Inflasi pun diprediksi terkendali pada kisaran 3 plus minus 1 persen pada tahun 2022. Ini didukung sisi supply (pasokan) yang lebih kuat dalam mengakomodasi permintaan.

Defisit transaksi berjalan diperkirakan bakal menurun. Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan, BI meyakini defisit transaksi berjalan tetap pada level yang sehat di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Kami berkeyakinan, kebijakan-kebijakan penguatan momentum pemulihan ekonomi jangka pendek yang mempercepat transformasi ekonomi, dapat membawa perekonomian tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif," ujar Agus saat menyampaikan pidato pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017, Selasa (28/11/2017).

Agus mengungkapkan, momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan saat ini merupakan tahapan awal yang harus dirawat dan perkuat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

"Kompleksitas permasalahan yang ada menyiratkan perlunya upaya yang tersinergi untuk menjaga kesinambungan dari keseimbangan kebijakan pada tiap tahapan menuju terwujudnya cita-cita mulia bersama," ungkap Agus.

TERPOPULER

KABAR TERBARU