Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Selasa, 04 Oktober 2016 06:00

Pekerjaaan saya sangat berisiko

Ditulis oleh
Pekerjaaan saya sangat berisiko opini.id

Saya tak pernah bercita-cita menjadi pemadam kebakaran sebelumnya. Tapi saat lulus SMK tiga tahun lalu, ada lowongan pekerjaan ini. Saya pikir cocok juga pekerjaan ini untuk saya. Mungkin saya akan terlihat keren dengan baju pemadam kebakaran dan beraksi menyelamatkan warga.

Setelah saya diterima bekerja, ternyata pekerjaan ini tak semuanya sesuai dengan bayangan saya. Pekerjaan kami tak cuma mematikan api saat ada kebakaran. Kami harus siap dengan berbagai kondisi seperti banjir, kecelakaan lalu lintas, sampai menangkap peliharaan warga yang lepas. Semuanya kami kerjakan.

Tak cuma itu, saya juga harus pintar mengenali karakteristik warga sekitar lokasi kebakaran karena tak selamanya mereka ramah. Tak jarang kami malah dimaki saat baru datang. Pernah juga kami ditodong belati dan parang. Alasannya kami terlalu lama di jalan. Padahal kita tahu sendiri bagaimana kondisi jalan di Jakarta. Banyak pengemudi tak mau memberi kami jalan.

Saya belum terlalu lama terjun ke lapangan. Baru sekitar setahun. Pengalaman pertama saya terjadi awal tahun di Duri Kepa. Saat itu, puluhan rumah terbakar. Tiga jam saya bergelut di sana sampai api padam. Kini, saya bahkan tak sempat menghitung sudah berapa kali saya memadamkan kebakaran. Sebab, di Jakarta Barat, dalam sehari saja bisa sampai empat kali kebakaran.

Setiap kasus kebakaran memberikan saya pelajaran. Saya jadi tahu penyebab-penyebab kebakaran dan cara memadamkannya. Saya juga belajar karakteristik warga sekitar. Sejauh ini saya puas dengan pekerjaan ini meski risikonya cukup besar.

Dwi Restu Whardana, 21 Tahun, adalah anggota satuan pemadam kebakaran di Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat.

Baca 127 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU