Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Senin, 10 Oktober 2016 13:55

Film Berlatar Korban '65 Karya Pelajar Purbalingga Raih Piala di AFI 2016

Ditulis oleh

Lingkarmedia.com - MANADO, Dua film berlatar peristiwa 65 karya pelajar Purbalingga meraih Piala Dewantara pada malam penganugerahan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 yang digelar di Grand Kawanua Convention Centre Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (8/10).

Dua film tersebut berlatar korban '65 masing-masing berjudul Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal! dan Izinkan Saya Menikahinya.

Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal! karya sutradara Ilman Nafai, siswa kelas XI SMA Negeri Rembang Purbalingga, meraih Film Terbaik kategori Apresiasi Film Dokumenter Pelajar/Mahasiswa. Film ini berkisah tentang tiga eks-Cakrabirawa asal Purbalingg saat kejadian di malam tragedi itu dan hari-hari setelahnya.

“Penghargaan ini untuk para korban ’65 yang selama ini tidak pernah mendapat pengakuan resmi negara dan penghargaan bagi dunia film di Banyumas Raya. Karena film, kami jadi belajar bagian sejarah kelam Indonesia,” tutur Iman seperti termuat dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (9/10/2016).

Adapun, film Izinkan Saya Menikahinya karya sutradara Raeza Raenaldy Sutrimo, siswa kelas XII SMA Negeri Rembang Purbalingga, meraih Film Terbaik kategori Apresiasi Film Pendek Pelajar.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini berkisah tentang kebahagiaan Suryati yang terenggut lantaran sepucuk surat penolakan izin menikah dari atasan calon suaminya, Suryono, dengan alasan KTP kakek Suryati berlabel ET (eks-tapol).

Sebelumnya, kedua film yang diproduksi tahun 2016 di bawah bendera Gerilya Pak Dirman Film ini sempat menjadi Film Dokumenter dan Film Fiksi Terbaik Pelajar SMA se-Banyumas Raya di ajang Festival Film Purbalingga (FFP) Mei 2016 lalu.

Salah satu juri yang juga ahli filsafat, Tommy F Awuy mengatakan, kedua film ini menang karena pembuatnya yang masih pelajar mengangkat tema yang menarik dalam sejarah Indonesia yang layak diketahui masyarakat umum.

Juri lain, aktor Lukman Sardi, menilai film anak-anak desa ini mampu berbicara banyak dengan kesederhanaannya, tetapi tegas dalam pemilihan tema cerita. “Film-film pelajar ini mampu memberikan suntikan semangat untuk tetap optimistis dengan perkembangan perfilman Indonesia,” ujarnya.

Dalam setiap pergelaran festival yang digagas Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2012 ini, pegiat film Purbalingga selalu turut aktif meramaikan.

Baca 81 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU