Download Free Templates http://bigtheme.net/ Websites Templates
Sabtu, 14 Januari 2017 13:01

11 Pahlawan Nasional Di Uang Rupiah Baru

Ditulis oleh

Lingkarmedia.com - JAKARTA, Bank Indonesia meluncurkan uang rupiah baru tahun emisi 2016, pada Senin, 19 Desember. Dari sebelas pecahan rupiah yang diluncurkan, seluruhnya menampilkan tokoh-tokoh pahlawan nasional.

Sebanyak 7 uang rupiah kertas dan 4 uang rupiah logam diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Tapi apakah kamu sudah mengenali siapa saja mereka?

Berikut profil singkatnya:

1. Pahlawan Nasional Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Dr (HC) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp100 ribu.

Soekarno (lahir dengan nama Koesno Sosrodihardjo) lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901. Ia meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970 saat berumur 69 tahun. Ia adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966. Sebagai Bapak Bangsa, ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Sedangkan Mohammad Hatta (lahir dengan nama Mohammad Athar) lebih populer sebagai Bung Hatta. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902 dan meninggal di Jakarta, pada14 Maret 1980. Saat itu ia berumur 77 tahun.

Bung Hatta merupakan pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

2. Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp50 ribu.

Ir. Raden Haji Djoeanda Kartawidjaja lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 14 Januari 1911 dan meninggal di Jakarta pada 7 November 1963 saat berumur 52 tahun.

Ia adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir. Ia menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

3. Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp20 ribu

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi, lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada 5 November 1890 dan meninggal di Jakarta pada 30 Juni 1949. Saat itu ia berumur 58 tahun.

Ia merupakan seorang aktivis kemerdekaan Indonesia dari Sulawesi Utara. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional.

4. Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp10 ribu.

Frans Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, Papua, pada 10 Oktober 1921 dan meninggal di Jayapura, Papua, pada 10 April 1979. Saat itu berumur 57 tahun. Ia adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua.

Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti beruap.

5. Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp5.000.

Dr. KH. Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1921 dan meninggal di Jakarta pada 11 Juli 2010 pada umur 88 tahun. Ia adalah salah satu politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda, dan juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-4

6. Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp2.000.

Mohammad Husni Thamrin lahir di Jakarta pada 16 Februari 1894 dan meninggal di Jakarta pada 11 Januari 1941 pada umur 46 tahun. Ia adalah seorang politisi era Hindia Belanda yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia.

7. Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas dengan pecahan Rp1.000.

Tjut Meutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, pada 1870 dan meninggal di Alue Kurieng, Aceh, pada 24 Oktober 1910.

Ia awalnya melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Perjuangan melawan penjajah pun Tjut Meutia lakukan bersama sisa-sisa pasukannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara.

8. Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam dengan pecahan Rp1.000.

I Gusti Ketut Pudja lahir di Bali, 19 Mei 1908 dan meninggal di Jakarta, 4 Mei 1977 pada umur 68 tahun. Ia ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara) dan nenjadi Gubernur Sunda Kecil pertama.

9. Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam dengan pecahan Rp500.

Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920 – meninggal di Jakarta, 1 Januari 1990 pada umur 69 tahun. Ia adalah seorang tokoh militer dan Gereja di Indonesia. Simatupang pernah ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP).

10 Pahlawan Nasional Dr. Tjipto Mangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam dengan pecahan Rp200.

Tjipto Mangoenkoesoemo lahir di Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, 1886 – meninggal di Jakarta, 8 Maret 1943. Ia adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.

11. Pahlawan Nasional Prof.Dr.Ir. Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam dengan pecahan Rp100.

Herman Johannes lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 – meninggal di Yogyakarta, 17 Oktober 1992 pada umur 80 tahun. Ia adalah cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia pernah menjabat Rektor UGM (1961-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum ke-7 (1950-1951).

Baca 118 kali

TERPOPULER

KABAR TERBARU